batasmu

dalam menjalani kehidupan, kita mungkin pernah bertanya, sampai kapan kita harus menjalani ini semua?

akupun begitu, sulit rasanya untuk menjalani sesuatu yang kita sendiri tidak tahu akan berujung kapan dan akan berakhir seperti apa.

bahkan pada apa-apa yang mungkin sebenarnya telah tertulis jelas akhirannya, kita kadang masih saja merasa berat untuk menjalani, sesederhana kelas pagi di perkuliahan yang sebetulnya jelas akan selesai maksimal pukul setengah sebelas, sesederhana perjalanan Jakarta-Bandung yang kita tahu saat kita telah membayar tol di gardu Pasteur maka kita telah resmi masuk dalam kawasan Bandung Raya.

menariknya, ada lebih banyak tanda tanya yang akan kita temui dalam hidup ini, setidaknya dalam pengalamanku, aku kira justru tidak banyak kepastian yang benar-benar kudapat dalam proses-proses yang kujalani, sebab bahkan dalam beberapa hal yang kukira pada awalnya adalah suatu hal yang pasti, nyatanya ia masih menyimpan tanda tanya yang berlapis-lapis juga.

bersyukur aku baru saja membaca sebuah tulisan sederhana di buku menentukan arahnya Mas Gun dan Apik (aku tidak tahu Apik ini senior, seumuran, atau justru junior, jadi nama saja biar lebih akrab, ahaha),

ada satu potongan percakapan yang sederhana namun cukup menyentuh bagiku,

ia berbicara singkat tentang sampai manakah batas juangmu,

 

pada akhirnya mungkin memang ada baiknya kita selalu memberikan batasan atas berbagai hal yang ada dalam hidup kita.

sampai sejauh mana kamu sanggup memperjuangkan sesuatu,

dititik seperti apakah kamu akan berhenti dan mencukupkan pengorbananmu,

dan batas-batas lain yang mungkin dapat juga berbentuk limit angka, pada percobaan ketiga misalnya.

 

sebab bahkan segala batas-batas yang kita lihat hari ini sejatinya bisa kita redefinisi sepanjang kita mau melakukannya.

sebab pada akhirnya yang menjadi patokan perjuangan dan pengorbanan kita bukanlah orang lain, tapi diri kita sendiri.

kitalah yang bertanggung jawab penuh atas tiap pilihan yang kita ambil.

kitalah juga yang akan menerima secara utuh setiap konsekuensi atas tiap pilihan yang sudah kita ambil.

 

kita bisa saja terus berjuang tanpa mengenal lelah pada satu hal, tapi ingat ketika kita berfokus hanya pada satu hal, maka ada sekian banyak hal lain yang akan menjadi harga yang harus kita bayar karena tidak bisa kita ambil.

kita juga bisa saja berhenti karena kita merasa sudah terlalu banyak energi yang kita habiskan hanya untuk satu hal, tapi ingat ketika kita berhenti maka kita harus segera memulai kembali dari titik baru yang tentunya akan menjanjikan harapan sekaligus hambatan baru.

sampai sejauh mana batasmu?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *