catatan perjalanan : OKK UI 2016 (1)

tulisan ini dibuat malam hari, selepas proses Uji Kelayakan dan Kepatutan PO OKK UI 2016.

____

Malam ini jadi saksi, bagaimana lagi-lagi seorang Aufar ternyata masih jauh dari apa yang mungkin sering ia tampilkan jika berada di depan orang lain.

____

Ada banyak hal terjadi dalam kurun waktu hanya sekitar 12 jam terakhir.
Terutama di 6 jam terakhir.

Tapi sebetulnya, barangkali 12 jam terakhir ini menjadi lebih bermakna sebab ada rangkaian cerita sebelumnya, beberapa ratus jam yang jadi bagian penting sebagai pengantar.

gue lagi coba maju sebagai seorang ketua acara OKK UI, sebuah acara tingkat universitas yang melibatkan cukup banyak manusia.

kemarin malam adalah saksi bagaimana gue masihlah anak cupu yang baru bisa menggambarkan konsep secara kasar.

ada beberapa yang terjadi dan itu benar-benar, berharga.

ada orang yang hadir, mengutarakan niatan baik untuk turut serta bergabung, masuk dalam tim, menawarkan dirinya untuk tiap bantuan yang bisa ia berikan, jujur gue selalu luluh sama segala hal berciri volunteerism, tapi ternyata di perjalanan dia menciptakan dinamika yang gak terduga, belum lagi gimana sakitnya menerima penolakan-penolakan yang justu datang dari orang-orang yang elo kira bisa jadi orang-orang pertama yang siap berjuang tanpa banyak tanya, gak bakal pernah lupa segala macem dukungan gak terduga dari orang-orang yang sederhana, dari mereka yang sesimpel percaya sama diri elo, mereka yang berusaha ngasih apa yang mereka bisa kasih tanpa banyak basa-basi. dan lainnya.

gue selalu percaya, dan akan terus percaya, bahwa ada lebih banyak orang baik di dunia.
beberapa ratus jam kemarin menjadi saksi bagaimana atas segala keterbatasan sumberdaya manusia yang gue kenal, tetep hadir bantuan dan pada akhirnya bersyukur bisa tetep coba memberikan satu gagasan di momen UKK lisan.

____

apa jadinya jika orang-orang yang kamu kira bisa kamu andalkan ternyata justru berbalik dan melawan?
apa jadinya jika orang-orang yang kamu anggap tidak lebih baik darimu ternyata menyimpan potensi yang melampaui segala kemampuan yang kamu miliki?
apa jadinya jika mimpi sederhana di mata kita bisa memiliki makna yang berharga dimata yang lainnya?
sudah tepatkah kita menilai semuanya? sudah adakah dalam diri kita kemampuan untuk menentukan harga dari tiap laku perbuatan sekitar kita?

____

malam tadi jadi saksi, bahwa gue semakin yakin, sejatinya manusia bukanlah apa-apa, bukanlah siapa-siapa.
tugas manusia sejatinya hanya berusaha. gak ada secuil pun kehebatan yang dimiliki manusia untuk bisa lantas dengan sombong menilai hitam-putih sesuatu, mengendalikan akhir seolah ialah sang penentu.

 

segala dinamika yang ada didalamnya merupakan bagian dari proses penempaan Tuhan agar kita mampu naik ke level selanjutnya. elo yakin elo cukup keren dengan segala konsep dan gagasan? tunggu sampai tiba-tiba hadir orang yang dengan santai bisa bertanya dan membalikkan keadaan. elo yakin jaringan elo cukup kuat untuk menggerakkan setiap komponen untuk mencapai tujuan? tunggu sampai elo dengan sepasang mata elo langsung ngeliat gimana jaringan elo pada akhirnya masih begitu berantakan, masih belum dengan baik berhimpun dan tersatukan.

maka pada akhirnya justru itulah kelemahan sekaligus kekuatan manusia, sebagai hamba, kita tidak pernah bisa mengendalikan hasil akhir dari tiap usaha, maka tentu selalu ada campur tangan, maka tentu selalu hadir keajaiban, usaha manusia sejatinya adalah bagian dari “ritual” sesorang hamba untuk mendapatkan “tanda tangan” dari Yang Maha Kuasa, maka maknailah tiap “perjalanan” yang ada dengan sebaik-baiknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *