tumbuh dan mekar, tangguh serta tetap sabar.

Perlahan tapi pasti, orang-orang yang hadir dalam hidup kita akan semakin menyayangi kita dengan cara yang berbeda, memberikan kepercayaan lebih, menitipkan harapan yang lebih, mengurangi interaksi yang tidak perlu, mengurangi canda tawa dan sebagainya. Barangkali, bentuknya pun kadang akan jauh lebih beragam, diam saat bertemu, menuntut tanpa pengertian, datang dan pergi tanpa banyak penjelasan, berbisik dalam keramaian, mencampuri urusan atau justru menghindari percakapan, ah, atas semuanya, semoga saja, kita diberikan kemampuan yang lebih tinggi untuk memahami setiap tanda yang ada, kemampuan yang setidaknya cukup untuk menerjemahkan berbagai gejolak rasa menjadi jawaban serta tindakan yang sederhana, sehingga ekspresi cinta dapat terserap tanpa bias, sehingga masing-masing kita tetap bisa berekspresi dengan bebas.

***

cropped-path-2015-08-16-00_18.jpg

berapa usia kita sekarang? usiaku ketika menulis ini 20 tahun kawan.

jika aku mati di usia 60 tahun, maka sudah 1/3 perjalanan kulewati.

atas segala hal yang sudahku lalui, ucap syukur tiada henti atas berbagai karunia yang datang dan senantiasa menghiasi tanpa henti.

kawan,

apa yang menjadi masalah terbesar dalam hidup kalian hari ini?

ah, sebelum melayang-layang dalam senandung curhatan tak berujung, ini adalah tulisan pertama, selepas aku tenggok kembali dan kutiup jauh-jauh debu yang mulai menempel di sudut-sudut laman blog ini, tetiba teringat akan semangat awal kala baru beranjak dari bangku SMA, semangat untuk segera memanfaatkan berbagai fasilitas yang dimiliki untuk bisa berkontribusi lebih banyak lagi.

ini adalah tulisan pertama yang kutuliskan, jujur saja, tak banyak yang ingin diungkapkan, hanya sekadar ingin merayakan keberhasilanku atas perlawanan  menakhlukan rasa malas dari segala excuse yang biasanya mampir saat aku berusaha untuk menapaki langkah-langkah awal, seperti merapihkan blog ini.

***

kawan,

kita semua, suka tidak suka, akan semakin tumbuh dan berkembang.

aku suka analogi pohon, kita ibarat pohon-pohon yang ada di berbagai wilayah, dalam satu keadaan, pohon besar bisa saja justru akan dicabut lebih dulu, entah akan dimanfaatkan untuk kebutuhan perkakas atau justru di tanam di tempat yang baru, dalam satu keadaan, bisa saja satu wilayah berisi pohon-pohon sejenis, relatif memiliki kesamaan baik dari tinggi maupun akar pemahaman, tapi yang pasti, setiap pohon, akan selalu berusaha untuk hidup dan tumbuh, begitupun kita.

maka sadari dan pahami bahwa seiring berjalannya waktu, perlahan tapi pasti, kita akan semakin meninggi, membubung menembus batas-batas yang dulu saat masih kecil terasa jauh dan begitu rumit.

maka sadari dan pahami, semakin tinggi kita bertumbuh, apa yang kita lihat tidak akan pernah sama lagi, tidak akan bisa kita jangkau dan pahami dengan cara yang dulu lagi.

maka sadari dan pahami, dengan berbagai perbedaan itu, sejatinya kita pun telah mengalami perubahan, akar yang menancap jauh lebih kuat, gurat-gurat yang lebih tegas, jumlah daun dan ranting yang semakin lebat,

maka sadari dan pahami, semakin kita bertumbuh, semakin kencang pula angin yang akan menerpa kita.

adakalanya suatu hari nanti kau akan dapati, angin tidak berhasil merubuhkan dirimu, namun teman yang berada beberapa jengkal dari tempatmu.

adakalanya suatu hari nanti kau akan dapati, angin tak mampu untuk mencabut kamu dari akarmu, namun teman yang berada tepat di sampingmu, teman yang selama tumbuh dan berkembang selalu hadir dalam hari-harimu, tiba-tiba saja rubuh. tanpa diawali oleh keluhan, tanpa dibuka oleh beberapa gejala sakit yang berlebihan.

dan mungkin,

adakalanya suatu hari nanti akan engkau rasakan sendiri, saat sekitarmu merasa bahwa hembusan angin yang ada hanyalah hembusan sederhana, saat sahabat-sahabat yang berada disekitarmu terlihat tetap dapat tumbuh dan berkembang tanpa banyak terhambat kendala, tiba-tiba saja. gubrak. kamu tumbang. tumbang tepat disaat sekelilingmu sedang membicarakan kebaikanmu. tumbang saat sekelilingmu merasa bahwa kamu adalah yang terhebat, kamu adalah yang terkuat.

aih, semua mungkin saja terjadi bukan, kawan?

tapi atas berbagai fenomena yang mungkin terjadi di depan sana,

sadari dan pahami juga bahwa semakin kita tumbuh, akan ada banyak kebaikan yang lebih mudah kita bagikan.

rindangnya dahan, lezatnya buah-buahan, cantiknya bunga yang berguguran.

sebab perjalanan panjang tumbuh dan berkembang, sesakit apapun, sepahit apapun, akan menyisakan batang-batang terbaik untuk mempersembahkan karya bakti terbaik.

maka kawan, mari terus berjalan, mari bersama terus tumbuh dan meraksasa, mari bersabar dan terbang mengangkasa.

***

maka atas kemenangan sederhana di malam ini, kurayakan di Coffee Toffee Depok, semoga kedepan, akan muncul lagi kemenangan-kemenangan lain atas penakhlukan kerikil-kerikil bahkan batuan-batuan yang ada di dalam diri.

sebab pertarungan dengan diri sendiri merupakan pertarungan tiada akhir, sampai diri ini lebur lalu beranjak menuju pertarungan yang selanjutnya.

akhir kata,

Selamat membaca, selamat menikmati,

bagi kalian yang ditakdirkan mampu merasa dan memahami, tulisan sederhana dari diriku ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *